Minggu, 15 Januari 2017

PEREMPUAN 

            Dear Ukhti......
           Islam telah menjunjung harkat dan martabat wanita dengan di turunkannya Surat An-Nisa, lalu apa yang kamu risaukan menjadi seorang wanita? Wanita itu seperti kupu-kupu, susah ditangkap, banyak yang tertarik, namun ketika gampangnya menyerah karena sesuatu maka rusak lah keindahan itu dengan resiko sayapnya yang patah dan berseok-seok, oleh karena itu, sabarlah dan berpikirlah bahwa menjadi wanita adalah anugerah yang Allah SWT berikan, karena surga yang mendambanya.
            Banyak yang bertanya, mengapa menjadi muslimah itu susah, penuh dengan aturan dan larangan, segala urusan tingkah laku dari bangun tidur sampai tidur kembali diberi syarat sedemikian rupa. Maka ketahuilah, Allah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dan penuh pertimbangan, termasuk antara kewajiban dan hak, laki-laki dan perempuan, bahkan makhluk hidup dunia seisinya telah dipikirkan oleh Allah Azza Wa Jalla.
            Ibu kita seorang perempuan juga kan??? Ibu kita yang di sanjung-sanjung dan dimuliakan dan menjadi terbaik diantara ibu-ibu di dunia di mana telah Allah pilih untuk melahirkan kita wahai ukhti... :) . Dulu jika kita belum berhijab, biarlah kita simpan saja masa lalu itu, hendaklah mari bersama-sama perbaiki. Tak ada yang sempurna menjadi seorang manusia. Betulkan??
1. Mengapa menutup aurat?
            Kehidupan masyarakat semakin berkembang termasuk pikiran manusia yang semakin mengglobal, terbuka dan bebas. Coba simak baik-baik masyarakat disekitar kita, banyak dijumpai wanita berpakaian seadanya kan? :) , tapi tak apa, jangan menjudge hak orang, sementara kita yang tau kewajiban maka berusaha memberikan nasihat yang baik dan berusaha menjadi yang terbaik di mata Allah. Apa itu aurat? Aurat merupakan suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain, sementara menutup aurat hukumnya wajib.
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٣١

Artinya :
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.  
              Dahulu pun bagi yang belum berhijab, kita adalah sama. Masih buta? Cielaah buta, yups. karena ketidaktahuan kita terhadap agama. Nah uda tau kan, betapa Allah memuliakan wanita dibanding laki-laki. Bidadari surga aja ngiri sama kita, karena kita bisa berbuat lebih baik lagi dibanding mereka, menjadi sholehah dan dapat menjadi ratu bidadari-bidadari surga kelak. Sholehah untuk Allah SWT, untuk Orang Tua kita, suami kita kelak, bahkan sahabat-sahabat muslim kita.

2. Jagalah kesucian dengan hindari pacaran
               Menyukai dan mencintai lawan jenis itu fitrah, itu adalah anugerah yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Tapi bukan berarti dimanfaatkan ke hal yang negatif ya...? Kalau mencintai sebelum halal maka jangan ajak seorang wanita atau laki-laki ke neraka. Ga tau kan umur kalian mentok sampai mana? Kalau uda siap, maka datangi walinya!! hehehe. Bukansaling menyayangi atau mencintai kalo endingnya pegang-pegangan tangan, peluk-pelukan, pandang-pandangan, itu bisa jadi nafsu yang ditebarkan oleh syetan. Makanya, lebih baik menikah tapi halal, dari pada pacaran tapi haram. Kasihan ayah ibu kita nantinya, ikut terseret ke neraka. :)
             Nah ini dia yang ditunggu-tunggu, ga ada habisnya kalau membahas pacaran. Pacaran tidak akan menjauhakan jodohmu atau mendekatkan jodohmu. Jodoh itu sudah diatur oleh Allah SWT, sudah ada di kitab lauful Mahfudz-Nya, namanya sudah ada, maka jangan khawatir ya Ukhti. Perbaiki diri saja di hadapan Allah, hingga Allah memberi pangeran yang terbaik. Banyak banget anak-anak muda yang menjadikan pacaran sebagai ajang trand, bahkan ada challenge siapa yang punya gebetan lebih cepet untuk dijadikan pacar, maka dia pemenangnya, hahahahaha. Hadeeehhhh!!! Memangnya mendekati zina itu enak, tapii ya itu, turunlah harga diri sebagai manusia. Lalu apa yang disisakan untuk suami kita kelak wahai ukhtiii?? Hargai seorang wanita tanpa menyentuhnya bahkan membuat dia baper, lalu hargai laki-laki tanpa merusak pandangannya. Ayo deh sama-sama belajar menjadi sholeh dan sholehah. 
              Ada lhoh yang baper gara-gara belom nikah!! eehhhmmm. Kwkwkwkw, tapi eittss tunggu dulu, sebelum akhwat dilamar maka jangan baper, tetaplah stay cool dan berdoa sama Allah, banyakin beribadah dan lakukan kegiatan positif lainnya, banyakin belajar karena akhwat pasti menjadi calon ibu, ibu adalah madrasah utama buat mendidik anak-anak menjadi generasi yang baik. 
              Pernah juga ada yang bertanya, kenapa sih wajah wanita ada yang tiap kali ganti foto jarang keliahatan, mesti ada tutup-tutupnya. Kwkwkwkw. Begini yaaa, sebenernya bukannya mau tipu-tipu, tapi emang sengaja nutupin. Bukannya lebih baik begitu? Kalo emang cantik ya ga perlu diumbar, takutnya ada yang bilang "haii cantiiik", "wiihh cuantiiik, naaahhh ntar laki-laki yang mau ngelamar malah kabur ga jadi gegara banyak fans nya ahahahaha. sebenernya bukan itu ya ukhti alesannya, tapi lebih baik menjaga padangan laki-laki, ikut menjaga bahasanya, karena sumbangsih dosa laki-laki ada pada perempuan. Oleh karena itu, bantulah laki-laki itu menjaga pandangannya. Kalau cantik biarlah yang menikmati suaminya kelak. Intinya jauhilah pacaran, mari jaga kehormatan diri masing-masing. 
            Cintailah seseorang secara diam, melalui doa. Tak perlu orang lain tahu, yang jelas Allah tau kan? Jika berusaha meng Fatimahkan dirimu, insyaAllah ada yang akan meng Ali kan dirinya untuk mu Ukhti, soo sweeett kan? :) . Cintai sewajarnya, titipkan doa kepada Allah banyak-banyak, jika memang jodoh pasti akan ada jalan, namun jika tidak, maka Allah akan menggantikan yang lebih baik. InsyaAllah. :) 

              “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32). 

Hasil gambar untuk larangan pacaran


“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30)

3. Jagalah akhlak dengan perbaiki hubungan dengan Allah
             Menjaga hubungan dengan Allah SWT itu perlulah dengan cinta dan keistiqomahan, Berubah untuk hijrah itu gampang, yang sulit itu Iqtiqomahnya. Kenapa? perlu tekad atau niat yang luar biasa. Perbuatan yang baik harus dilakukan secara kontinyu. Itulah makna kesungguhan. Perbaiki sholat karena itu mencegah yang mungkar. Perbaiki silaturahmi sesama muslim dan non-muslim, karena kita tidak tahu derajat manusia di mata Allah, banyak-banyak lah membaca Alquran, walaupun ga tau artinya, tapi cobalah membaca terjemahannya, ga ada salahnya kan kalau membaca. Bagus lagi kalau dipahami dan dilaksanakan, insyaAllah selamat dunia akhirat Ukh....
            Cintai apa yang Allah berikan, cintai Allah sebagaimana kau mencintai akhirat, karena disanalah akan dihisab perbuatan kita. Siapin diri ketika bertemu dengan-Nya, semoga perempuan tetaplah terhormat di mata manusia lainnya, bahkan di mata bidadari-bidadari surga.... :)



Sabtu, 08 Agustus 2015

RIAM KANAN, NUANSA AMAZON KALIMANTAN SELATAN

RIAM KANAN, NUANSA AMAZON KALIMANTAN SELATAN

Ngobrolin travelling ga akan ada habisnya deh kawan. Tiap perjalanan pasti nemuin best moment, best beautiful spot yang beda-beda dan semua itu terekam kisahnya diingatan, dikamera, di status socmed kalian atau bahkan dicatatanmu. Bla...bla..bla... itu real!!! J
Kalimantan Selatan, provinsi yang terletak di selatan Pulau Kalimantan ini, selain kotanya menjadi metropolitan, padat penduduk dengan hingar bingarnya Ibu Kota Banjarmasin tapiiiiiii tidak melulu menawarkan keramaian modernisasi. Banyak hal yang bisa digali keindahannya di sini, bagi seseorang yang hobby sama travelling ga nyesel kalo mencoba jalan-jalan ke Riam Kanan Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Why?????? Ada jawabannya kok... J selain menjanjikan kedamaian, kebersihan, kesejukan dan kelembutan alamnya.
Riam Kanan sebetulnya berupa danau, yang dijadikan waduk oleh PLTA sebagai untuk mencukupi kebutuhan listrik. Namun, karena bagus banget, tempat ini bisa dijadikan alternatif tempat wisata. Rute perjalanannya jika dari Kota Banjarmasin ditempuh ± 45 menuju ke Banjarbaru, kemudian ikuti papan informasi arah menuju ke Riam Kanan ± 45 menit ke Kecamatan Karang Intan, Aranio sampai mentok habis jalannya. Naahh disitu banyak kelotok yang disewain buat keliling ke berbagai spot dari Pulau Pinus, Pulau Sirang, hingga ke Pulau Batu ± 30 menit naik kelotok menuju ke sana. Harga sewa kelotoknya ± Rp. 300.000,-. Sekedar saran aja kalo mau ke sana enaknya rame-rame buat kawan ngobrol dan berbagi cerita hahaha ceilaaahhh J.

Tuhan itu Maha Besar kawan selama kalian bisa menikmati travelling dan petualangan lakukan dengan sebaik-baiknya, dan jangan buang sampah sembarangan.

Riam Kanan dilihat dari Bukit Batu,,, kalo kita nyebutnya Amazonnya Kalimantan Selatan :)

Perjananan kita menuju ke Pulau Sirang, jangan lupa spot indah dibagikan ceritanya ya kawan... :)

Pulau Sirang, just two Trees in there... Landscape yang menawan
Melihat landscape Riam Kanan dari Pulau Pinus

Jangan Buang Sampah sembarangan di Pulau Pinus,,, :)
Selamaatttt Siaanggg Riam Kanan, Allah Maha Besar, a beautiful Moment

Jembatan menuju ke Desa Riam kanan, dibawah Bukit Batu


Dimanapun tempat menyimpan rahasianya sendiri-sendiri, nikmati perjalanan hidupmu, tuliskan kemana travellingmu sedekat apapun itu, karena itulah yang akan mengobati rasa kangenmu untuk melakukan perjalanan lagi.... :)

Minggu, 07 Desember 2014

TANAH RANTAU BORNEO

Ini bukanlah pertama kalinya aku pergi jauh dan bukan pertama kalinya aku sendiri. Disaat kerisauan datang dari penat yang bertubi-tubi, disaat bahagia muncul dari segala penjuru kehidupan terutama hati, disitulah aku mulai berfikir ulang, menyegarkan harapanku tentang kekuatan doa-doa. Ketakutan tentang sebuah kata “Kembali”. Fikiranku melayang ke udara, berhembus dibawa partikel-partikel debu dan menempel ke air, tanah, bangunan, hidung dan tenggorokan yang dikeluarkan lagi menjadi sampah. Kegundahan akan seberapa lamanya tak berpelukan dengan keluarga, sahabat, teman dan yang menyesakkan yaitu cinta, ya ya cintaku yang menyebalkan, cintaku yang cincirimin, cintaku yang ngangenin, cintaku yang tidak tau alasannya mengapa engkau bisa kusebut cinta. Disaat aku berjuang untuk beribadah “man jadda wa jadda” di negeri yang kusebut dengan nama Borneo, inilah kesungguhan hati yang sebenarnya. Mengerahkan dengan segala doa, kekuatan, pikiran, gaya, nasionalisme, rasa, karsa, tangis, tawa, materil dan segala aspek yang lain.

Tapi... aku berterima kasih kepada Allah SWT yang selalu melindungiku, menjagaku, menyayangiku, memelukku dalam kondisi apapun. Itulah mengapa aku paham kata “Merantau”. Merantaulah yang jauh agar kau tambah ilmu, merantaulah yang jauh agar kau semakin kuat, merantaulah yang jauh agar kau beribadah dan mengerti akan uniknya kehidupan, merantaulah yang jauh untuk memahami makna silaturahim, merantaulah yang jauh seberapa pentingnya dirimu dimata mereka yang engaku tinggalkan, merantaulah yang jauh agar tau seberapa besar nikmat Allah SWT yang sudah digelontorkan secara cuma-cuma kepada manusia-manusia dibumiNya.

Di sini hmm ya ya ya... di sini, serasa inilah kebebasan, masih sedikit perjalananku untuk mengenal Kota Seribu Sungai, carilah di peta, internet, koran atau majalah apa itu Kota Seribu Sungai. Banyak orang mengatakan jika sudah meminum air di tempat ini, maka sulit untuk pulang ke daerah asal, tapi bagaimana lagi inilah mitos, tapi aku percaya pada Allah SWT dan pada rasa cintaku yang akan membawaku. Aku tak ingin menyia-nyiakan dan disia-siakan, aku perlu jalan-jalan untuk mencari makna kehidupan yang sesungguhnya, memanfaatkan sumber daya yang ada, mungkin inilah yang disebut “Perempuan Pencari Tuhan”. Tapi disela perjalanan, ku ucapkan terima kasih kembali kepada Allah SWT dan tak lupa kepada Bapak Ketua “ASP”, tanpa rejeki dari Allah SWT melalui beliau aku tak mengira akan mendapatkan pengalaman yang akan membuat inspirasiku menulis lagi dan memetik buah kehidupan.
*******************************************
                Pertama kali aku datang, perlu waktu untuk beradaptasi, ya ya ya responsibilitas. Adaptasilah dengan orang-orang baru, di sini aku dihadapkan dengan keberagaman suku, budaya, ras, agama, bahasa dan adat yang berbeda. Suku Banjar “Urang Banjar”, suku yang mendiami dan berkonsentrasi di Provinsi Kalsel, Kalteng, dan Kaltim, mereka merupakan percampuran orang-orang melayu Bahan, Barito, Tabanio dan Martapura yang jejak akarnya dari Sumatera. Suku Banjar dibagi menjadi tiga sub suku, yaitu suku Banjar Pahuluan, Suku Banjar Batang Banyu, dan Suku Banjar Kuala. Suku Banjar Pahuluan merupakan penduduk di daerah-daerah lembah sungai yang berhulu ke Pegunungan Meratus (campuran melayu dan dayak). Sedangkan Suku Banjar Batang Banyu mendiami lembah Sungai Negara (campuran melayu, dayak dan pendatang dari Jawa). Sementara itu, Suku Banjar Kuala mendiami sekitar Banjarmasin serta Martapura (campuran melayu, dayak dan pendatang dari Jawa). Karena merupakan kombinasi dari orang-orang melayu, bahasanya pun terkontaminasi antara bahasa Melayu, Dayak dan Jawa. Ada persamaan kata yang dipakai antara Bahasa Banjar dengan Bahasa Jawa, antara lain: Banyu (air), Lawang (pintu), Inggih (ya/ setuju). Kata itu sama yang di pakai di Bahasa Jawa bukan??? Agama mayoritas di Kota Seribu Sungai adalah beragama islam jadi banyak dijumpai Masjid di sini.

Ingat kepada Allah SWT mebentukku mencintai apa yang ku punya dan mensyukuri pemberianNya. Sampai detik ini menulis artikel, masih saja aku menyesuaikan diri dengan iklim di Kota Seribu Sungai. Berada di bagian tenggara Pulau Borneo, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah. Dataran rendah berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga banyak sumber daya ikan air tawar di sini, antara lain: ikan haruan, sepat, bilis, dll. Sedangkan di dataran tinggi merupakan hutan konservatif berupa hutan tropis yang dilindungi. Jika cuaca panas, teriknya matahari menyengat tak heran jika kebakaran hutan tiba-tiba terjadi di sini seperti yang terjadi di bulan Agustus-Oktober 2014 lalu, menyebabkan polusi udara di mana-mana. Namun jika pada musim hujan, intensitas air begitu derasnya dan sebelum turun jujan membentuk gumpalan awan yang kelam diiringi angin yang dingin, kemudian cuaca tiba-tiba dapat berubah menjadi cerah seketika. Itulah uniknya Borneo.

                   Mengapa disebut Kota Seribu Sungai?? Dan tak heran jika orang-orang menyebutnya daerah basah. Provinsi ini terdiri dari 13 Kabupaten/ kota, dan tiap kabupaten terdapat sungai yang beraneka macam namanya, baik sungai kecil maupun sungai besar membentuk labirin atau kanal-kanal. Aku memetik pelajaran yang berharga ketika menyusuri sungai besar Martapura, berangkat dari halte perahu klotok di daerah Museum Wasaka Port “Waja Sampai Kaputing-Kayuh Baimbai” (Berusaha sampai Tuntas, tidak boleh putus asa karena dikerjakan dengan bergotong royong). Tujuannya untuk mengekspolari apa yang tidak aku ketahui disepanjang sungai Martapura yang lebar nan panjang. Museum ini berada di bawah jembatan panjang Banua Anyar yang melentang kokoh dan bertengger di atas Sungai Martapura.
Di dalam museum disuguhkan peninggalan-peninggalan perjuangan rakyat Kota Seribu Sungai melawan penjajah kala itu, terdapat miniatur/ diorama, senjata tradisional, pakaian perang, dll. Museum Wasaka memiliki banguna panggung yang kokoh, terbuat dari pondasi kayu ditambah terletak dipinggir sungai menambah uniknya arsitektur, juga jendela-jendela kayu yang besar menakjubkan ketradisionalnya.
Museum Wasaka Port Waja sampai kaputing

                Dari Museum Wasaka Port, aku melanjutkan perjalanan menyusuri Sungai Martapura, dari halte perahu kelotok di depan Museum kami menyewa perahu seharga Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), perahu kelotok yang bisa diisi 10-15 orang itu membawaku berpetualang. Sungai yang tenang tapi berarus deras itu berwarna keruh, namun di dalamnya menyimpan keaneka ragaman hayati yang luar biasa selain digunakan sebagai sarana transportasi air yang cukup memadai. Di samping kanan kiri tepi sungai masih terlihat rumah penduduk, ada yang kokoh dan ada juga yang sudah reot, semua memakai rumah panggung berpondasikan kayu ulin. Masyarakat di sini menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci, mandi, dan bermain, bahkan dimanfaatkan untuk sarana olahraga dayung, SubhanaAllah. Setelah berjalan sejauh 1,5 kilometer perahu kelotok itu berhenti di salah satu pasar terapung tradisional Lok Baintan. Aktifitas jual beli di pasar dilakukan di atas perahu sampan “Jukung”, kebanyakan yang dijual berupa buah-buahan tropis, sayuran, jajanan tradisional dan tanaman hias. Hikmah yang luar biasa dipetik setelah apa yang dilihat adalah semua penjual itu “Perempuan”. Perempuan mendayung jukung di sungai lebar berarus deras, menyetir agar perahunya mendekati pembeli kemudian menjaga keseimbangan antara tubuh dan barang dagangannya, itu luar biasa!!!! Perempuan-perempuan Suku Banjar mengajariku apa itu ketangguhan. Mereka melakukan itu demi masa depan; demi menjemput rejeki dari Allah SWT; demi nikmat kesabaran dari Allah SWT akan kerja keras, pantang menyerah dan mencintai keluarga; demi menikmati kehidupan yang sudah disuguhkan Allah SWT.
Pasar Apung Lok Baintan

                Teringat akan sosok ibu yang jauh di tanah Jawa, yang kadang menutupi keadaan sesungguhnya. Begitu macam pertanyaan erotis di otak dan perasaanku, “Apakah kau baik-baik saja di sana? Bagaimana perasaanmu?” Ku lihat salah satu penjual buah jeruk yang sudah tua renta sekitar 70 tahun, bisa jadi beliau seumuran dengan nenekku, kulitnya yang mengendur meminta perasaanku untuk mendekatkan perahu kelotok ke arahnya. Wajahnya yang dipupuri bedak adem (bedak dari tepung beras) dan melihat senyumnya penuh ikhlas dibalik kerudung. Sayup matanya yang lugu membuatku membalas senyumnya. Sistem mereka berjualan tidak mengenal per ons, per gram, atau per kilo melainkan per buah. Satu buah dijual Rp 1.000,-, bikin geleng-geleng bukan?? Tangan-tangan kuat mereka patut diacungi jempol, bagaimana jika wanita indonesia kuat seperti itu, mencerdaskan anak-anak dengan kesabaran, menyayangi dengan keikhlasan, pasti suatu saat indonesia akan maju dengan kecepatan perkembangannya yang mumpuni.
                Meneruskan perjalanan di sungai yang berkelok-kelok, kanan kiri sungai tertutup pohon rumbia, ketakutan akan binatang yang tiba-tiba muncul, ahhhh itu hanya pikiran negatif saja. Tak lama kemudian, aku tiba di desa Alalak, di sini lah pusat pengolahan kayu-kayu Borneo berada, banyak kapal-kapal tongkang yang mengangkut batu bara serta kayu. Masih mimpi aku berada di sini, ini lah Borneo?? Aku berpetualang!! My Trip My Adventure (seperti program acara di salah satu station televisi). Mataku terbuka lebar, bahwa Allah SWT memberiku kesempatan yang luar bisa untuk mensyukuri ciptaanNya. Agar aku menambah wawasan, pengalaman, dengan keikhlasan, aku yang berwibawa tanpa menggerutu ini itu.
Alalak, Kecamatan Barito Kuala

Setelah melewai hilir sungai Martapura barulah sampai ke Sungai Barito, tibalah aku di Sungai yang luas, lebar, bikin kaki tangan bergidik, seperti lautan keruh cokelat susu tanpa batas, berarus deras dan berombak, banyak kapal tongkang berlalu lalang, ini itu laut atau sungai pikirku!!! Sungai Barito ya ya ya sungai Barito dengan panjang 900 Km, lebar kurang lebih 730 M dengan kedalaman 14-15 meter, Subhanallah, pantas saja merinding jadinya, jangan berharap jika perahu kelotok mesin mati ditengah-tengah atau kehabisan bensin, ngeri sekali, Astagfirullah Haladzim.
                Menujulah aku ke Pulau Kembang, pulau yang terletak di Delta Sungai Barito, kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Pulau Kembang merupakan Pulau habitat kera berekor panjang, kata orang ada beberapa burung, tapi waktu aku di sana hanya mendengar suara burung yang menyayat hati heheh. Di dalamnya terdapat jalan setapak yang dikelilingi pohon rumbia lebat, banyak kera yang berlalu lalang karena ekosistemnya masih alami, tak heran jika kera-kera itu berkeliaran atau  bergelantungan seenaknya dan kadang bertindak agresif. Kera-kera itu dipimpin oleh kera besar yang biasa disebut tumang dan mereka membentuk suatu koloni, Alhamdulillahnya, aku berjumpa dengan si tumang itu, memang besar sekali lho diantara kera-kera yang lain.
Pulau Kembang
Pintu Masuk Pulau Kembang

Itulah salah satu dari bberapa perjalanan yang bisa membuatku bebas. Allah SWT telah menyajikan segalanya, tapi kadang aku lupa bersyukur, yang ada hanya kegundahan tiada makna. Pasrahkan ke Allah SWT bahwa Dia sudah menyiapkannya yang paling baik untuk kita. Walaupun sebagai manusia biasa, masih diselimuti kegaduhan hati. Merantaulah dengan bijaksana, merantaulah dengan tangguh, merantaulah dengan jujur, merantaulah dengan senang hati. Jika aku belum bertemu denganmu cinta, biarlah cintamu yang menemukanku, dan jika kau mencintaiku karena Allah SWT maka cintamu berlandaskan surga yang akan kau temukan diakhirat.
                Salam kangen dariku dari tanah Borneo untuk mu, untuk kalian dan untuk mereka. Perjalanan ini masih panjang dan penuh harapan, banyak doa-doa yang terbesit, semoga apa yang dicita-citakan dapat terlaksana, dan segala impian akan tepat diberikan sesuai dengan porsinya oleh Allah SWT karena Dia tau apa yang kita butuhkan. Titip Rindu yang menggebu, karena suatu saat pasti akan bertemu. Jangan Gundah, biarkan hatiku yang gundah, jangan menangis biarlah aku yang menagis karena apa?? Karena aku tangguh, karena aku bisa, karena aku Perempuan......